TVRINews, Manado
Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Sulawesi Utara menambah pasokan cabai rawit sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Sulawesi Utara sejak awal tahun hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 3,68 persen. Cabai menjadi salah satu komoditas yang turut memberikan tekanan terhadap inflasi.
Tingginya kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya dapat dipenuhi produksi cabai lokal. Kondisi ini membuat Sulawesi Utara masih membutuhkan pasokan dari sejumlah daerah lain, termasuk Gorontalo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan TPID terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis, khususnya cabai rawit. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendatangkan 2,4 ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur. Pasokan tersebut kemudian disalurkan kepada pedagang di sejumlah wilayah.
Joko mengatakan tambahan pasokan ini merupakan langkah jangka pendek untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat.

“Ini merupakan langkah jangka pendek untuk menyeimbangkan pasokan cabai yang ada di Sulawesi Utara. Sebanyak 2,4 ton cabai tersebut kami distribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk Kota Manado, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan,” ujar Joko Supratikto.
Untuk Kota Manado, pasokan cabai disalurkan melalui Pasar Bersehati dan Pasar Karombasan. Distribusi juga dilakukan ke wilayah Minahasa Utara dan Minahasa Selatan.
Menurut Joko, pasokan dari Probolinggo menjadi tahap awal intervensi untuk melihat kondisi dan respons pasar terhadap tambahan komoditas tersebut. Distribusi cabai juga dilakukan secara terukur agar pasokan dapat menjangkau pedagang dan masyarakat di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
TPID bersama Satuan Tugas Pangan turut melakukan pengawasan terhadap proses distribusi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tambahan pasokan tidak menimbulkan persoalan baru di tingkat pasar.
Joko berharap penambahan pasokan dapat membantu menjaga ketersediaan cabai sekaligus meredam potensi kenaikan harga yang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi Sulawesi Utara.
Ke depan, TPID Sulawesi Utara akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai serta komoditas pangan lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di daerah.










