TVRINews, Manado
Bandara Internasional Sam Ratulangi kembali menggelar simulasi uji kesiapan penanggulangan keadaan darurat yang melibatkan berbagai instansi terkait penerbangan dan penanganan bencana. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap dua tahun sekali ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung penerbangan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Dalam simulasi tersebut, sejumlah skenario diperagakan mulai dari kecelakaan pesawat, ancaman bom, huru-hara, hingga bencana alam seperti gempa bumi. Latihan melibatkan unsur AirNav Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Kepolisian, BPBD, otoritas bandara, rumah sakit, hingga pemerintah daerah.
CEO Kantor Regional V PT. Angkasa Pura atau Injourney Airports, Handy Heryudhitiawan mengatakan, setiap bandara wajib memiliki dokumen dan prosedur penanggulangan keadaan darurat yang harus dilatih secara berkala agar seluruh personel memahami peran serta koordinasi saat terjadi insiden.

(Foto: CEO Kantor Regional V PT. Angkasa Pura atau Injourney Airports, Handy Heryudhitiawan)
"Angkasa Pura Indonesia memiliki 37 Bandara salah satunya di Manado dan harus dilatih 2 tahun sekali dengan melibatkan semua stakeholder yang ada, simulasi yang dilakukan untuk memastikan kesiapan bandara dan fasilitas yang tersedia harus siaga,” ujar Handy, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Selain menguji koordinasi lintas instansi, latihan juga menitikberatkan pada kesiapan fasilitas keselamatan bandara, termasuk keandalan personel pemadam kebakaran dan Aviation Security dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
Melalui latihan ini, diharapkan sistem penanganan darurat di Bandara Sam Ratulangi Manado dapat berjalan optimal demi menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.










