TVRINews, Manado
Kebakaran ilalang terjadi di sisi utara landasan pacu Bandara Sam Ratulangi Manado, Selasa (6/10/2026). Api dengan cepat membesar dan menjalar akibat kondisi lahan yang kering, cuaca panas, serta tiupan angin yang berubah-ubah.
Kebakaran tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, bahkan beberapa penerbangan harus dialihkan ke bandara lain.
Humas Bandara Sam Ratulangi Manado, Yanti Pramono, mengatakan operasional penerbangan terdampak akibat kebakaran yang terjadi di sekitar area landasan.
Menurutnya, penerbangan di bandara tersebut mengalami penundaan hingga sekitar pukul 17.00 WITA sembari petugas melakukan penanganan terhadap kebakaran.
Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Selain kendaraan pemadam milik bandara, bantuan juga datang dari armada pemadam kebakaran dari wilayah Kota Manado dan Minahasa Utara.
Warga sekitar turut membantu petugas dalam upaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.
Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kobaran api nyaris mendekati permukiman warga di Desa Wusa, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.
Permukiman yang cukup padat dan lokasinya berdekatan dengan area bandara membuat petugas bersama masyarakat bergerak cepat untuk mengantisipasi api agar tidak merembet ke rumah warga.
Camat Talawaan, Ansye Dengah, yang turut berada di lokasi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mengantisipasi kebakaran. Kondisi musim kemarau membuat potensi api menyebar lebih cepat, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Ansye Dengah.
Dampak kebakaran juga dirasakan sejumlah penumpang. Beberapa penerbangan mengalami keterlambatan, di antaranya Lion Air JT 749 rute Manado-Surabaya dan Wings Air IW 1174 rute Manado-Ternate.
Sementara itu, dua penerbangan yang menuju Manado terpaksa dialihkan atau divert ke Gorontalo. Kedua penerbangan tersebut yakni Garuda Indonesia GA 600 rute Jakarta-Manado dan TransNusa TNU 273 rute Sorong-Manado.
Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sekitar lokasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar dan menjalar ke kawasan permukiman maupun area operasional Bandara Sam Ratulangi.










