TVRINews, Minahasa Utara
Tim Pengendalian dan Pengawasan (Dalwas) Jembatan Garuda Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) turun langsung meninjau sejumlah lokasi pembangunan jembatan di wilayah teritorial Kodim 1310/Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, sekaligus mengevaluasi kualitas pekerjaan serta aspek keamanan konstruksi sebelum jembatan dimanfaatkan masyarakat.
Tim yang dipimpin Brigjen TNI Zulkifli bersama Kolonel Kav Yudi Prasetyo melaksanakan pemeriksaan terhadap sejumlah proyek jembatan beton dan jembatan gantung alternatif Garuda Merah Putih.
Pada hari pertama, pemeriksaan menyasar Jembatan Beton Tambuk Terang di Kelurahan Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, kemudian dilanjutkan ke Jembatan Beton Desa Tanggari dan Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Rombongan selanjutnya meninjau pembangunan Jembatan Beton Desa Treman, Kecamatan Kauditan, serta Jembatan Beton Kelurahan Tewaan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berlangsung hingga sore hari.

Memasuki hari kedua, pengawasan kembali dilanjutkan ke tiga desa di Kabupaten Minahasa Utara, yakni Desa Tumbohon, Desa Warisa, Kecamatan Talawaan, serta Desa Kokoleh, Kecamatan Likupang Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan turut didampingi Danramil 1310-04/Dimembe Kapten Inf Lucas Lahama, Danramil 1310-03/Likupang Kapten Inf Yacob Yudas, Pasiter Kodim 1310/Bitung Letda Inf Ahyat Saleh bersama anggota staf, serta unsur pemerintah daerah setempat.
Dalam peninjauan lapangan, tim memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur yang memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Pembangunan jembatan beton di Desa Warisa diharapkan mampu memperkuat akses penghubung antarwilayah. Sementara itu, jembatan gantung alternatif Garuda Merah Putih di Desa Tumbohon diproyeksikan menjadi jalur penyeberangan yang mempermudah aktivitas masyarakat.
Pengawasan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal, memenuhi standar kualitas, serta memperhatikan faktor keselamatan dan ketahanan konstruksi.

Terpisah, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan bahwa jajarannya terus memberikan dukungan terhadap pembangunan Jembatan Garuda melalui koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh unsur terkait.
"Kodim 1310/Bitung melalui Koramil dan Babinsa akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pihak terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan, mulai dari tahap pengerjaan hingga selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat," tegas Dandim.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi sebagian masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.
"Kami berharap pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dandim berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, mempermudah akses masyarakat menuju sekolah dan kawasan perkebunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan adanya pengawasan dari Tim Dalwas Sterad dan dukungan jajaran Kodim 1310/Bitung, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.










