TVRINews, Kendari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mencatat potensi penurunan sebaran kabut asap di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) seiring perubahan pola angin. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Sultra, termasuk Kota Kendari, diselimuti kabut asap. Berdasarkan pemantauan BMKG, kabut asap tersebut diduga merupakan kiriman lintas wilayah (transboundary haze) dari luar Sultra, di antaranya Papua Selatan dan Maluku.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Made Wahyu, menjelaskan bahwa berdasarkan pembaruan pemodelan kualitas udara BMKG, potensi sebaran kabut asap saat ini cenderung menurun dibandingkan kondisi pada 3 Oktober lalu.
Penurunan tersebut dipengaruhi perubahan pola angin akibat adanya pola tekanan udara rendah di wilayah perairan Pasifik Barat, tepatnya di perairan utara Papua. Kondisi ini memengaruhi arah pergerakan angin sehingga potensi masuknya kabut asap ke wilayah Sultra menjadi lebih kecil.
"Berdasarkan pembaruan pemodelan kualitas udara BMKG, potensi sebaran kabut asap di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini lebih rendah dibandingkan 3 Oktober lalu. Hal ini disebabkan adanya pola tekanan udara rendah di wilayah perairan Pasifik Barat atau perairan utara Papua, sehingga potensi kabut asap masuk ke Sulawesi Tenggara menjadi lebih kecil. Namun, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap diimbau menggunakan masker," jelas Made Wahyu, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.
Meski potensi sebaran kabut asap menurun, BMKG mencatat kualitas udara di Kota Kendari masih mengalami perubahan sepanjang hari. Berdasarkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5, kualitas udara berada pada kategori sedang sejak dini hari hingga sore hari, kemudian membaik menjadi kategori baik pada sore hingga malam hari.
Pola perubahan kualitas udara tersebut diperkirakan masih berpotensi berulang dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tetap memantau kondisi kualitas udara dan mengurangi paparan kabut asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan partikel di udara. Masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara kembali memburuk.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun potensi sebaran kabut asap di Sultra mulai menurun, kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi kualitas udara benar-benar membaik.










